Temukan Hal Baru Bersama Kami

Berkunjung ke Desa Hobbit di Selandia Baru

Berkunjung ke Desa Hobbit di Selandia Baru

Meski sudah lama berlalu, namun film trilogi The Lord of the Rings (LOTR) dan prekuelnya, The Hobbit masih membekas di ingatan para penggemarnya. Jadi tak heran jika berkunjung ke Hobbiton Movie Set membuat kami yang notabene penggemar Middle Earth, dunia fiksi karangan novelis Inggris, J. R. R. Tolkien benar-benar heboh.

Bagi yang belum tahu, Hobbiton di Matamata, Waikato merupakan lokasi syuting The Shire, desa hobbit yang cantik dalam film LOTR dan The Hobbit.

Berkesempatan mengunjungi kampung Bilbo Baggins, karakter hobbit di film LOTR saat berada di Selandia Baru dalam rangka memenuhi undangan dari Tourism New Zealand (TNZ) beberapa waktu lalu. Kami betul-betul dibuat terpukau dengan pemandangan yang ada di depan mata waktu itu.

Bagaimana tidak, hamparan rumput hijau dengan kontur tanah yang berbukit-bukit, pemandangan alam yang indah, danau berair bening, kebun buah dan sayur, serta rumah-rumah hobbit yang dibangun di bawah tanah, dengan pintu bulat berwarna-warni seolah membangkitkan kembali memori adegan-adegan LOTR dan The Hobbit yang menampilkan Hobbiton sebagai latar tempat The Shire.

Setiap adegan yang menampilkan Hobbiton juga merupakan adegan-adegan menyenangkan berisi pesta, tari-tarian dan deretan hidangan lezat. Baik di novel maupun filmnya, hobbit, ras humanoid yang hidup di Middle Earth memang dikenal sebagai kaum yang gemar berpesta. Pokoknya bersenang-senang dan makan enak.

Kami juga baru tahu bahwa rumah-rumah di sana atau disebut hobbit hole hanya dibuat bagian depannya saja. Beberapa tidak memiliki interior, namun ada juga yang pintunya bisa dibuka. Hanya saja Anda tak akan menemukan perabotan rumah di dalamnya. Cuma ruangan kosong seperti gudang.

Hal lain yang membuat kami tak berhenti berdecak kagum adalah perhatian pengelola terhadap detail-detail dekorasi Hobbiton. Setiap rumah hobbit diberi dekorasi yang berbeda, baik itu warna cat dinding bentuk jendela hingga tanaman hias yang ada di depan rumah.

Bahkan rumah-rumah hobbit juga diberi properti khusus, seperti alat-alat berkebun, semacam kios mungil lengkap dengan dagangannya, pagar, meja teras dan kursi malas, tempat penyimpanan kayu bakar, kotak pos, taman bunga, kebun sayuran dan masih banyak lagi.

Seakan-akan benar-benar ada hobbit yang tinggal di dalam rumah-rumah tadi. Jadi tidak berlebihan jika kami merasa sedang berada di desa hobbit di dalam film Box Office garapan Sir Peter Jackson.

The Green Dragon Inn

Satu lagi yang bikin kami heboh sendiri di antara para bule dan wisatawan Asia yang ada di Hobbiton waktu itu. Apalagi kalau bukan The Green Dragon Inn.

Siapapun penggemar LOTR dan The Hobbit pasti kenal dengan bar yang diceritakan terletak tak jauh dari The Shire. Ya, bar sekaligus penginapan di film yang menjadi latar tempat adegan perkenalan tokoh Aragorn itu juga ternyata ada di Hobbiton. Dan bangunan serta interiornya dipertahankan persis seperti saat muncul di film.

Saat sampai di bar itu, kami langsung berkeliling melihat-lihat suasana. Bagian dalam bar diisi dengan belasan meja dan puluhan kursi. Ada tong-tong besar berisi bir, ale dan apple cider (minuman beralkohol dari cuka apel) yang bisa Anda beli. Anda juga bisa memesan pie dan hidangan-hidangan lain yang beberapa di antaranya merupakan menu yang ada di filmnya. Tentu saja ada pula ukiran bergambar naga besar berwarna hijau di atas bar yang menjadi simbol The Green Dragon Inn.

Kami juga sempat bersantai dan menghangatkan diri duduk di sofa di depan perapian karena udara cukup dingin, yang lagi-lagi persis seperti salah satu adegan di film LOTR. Tak lupa kami mengabadikan foto dan ber-selfie ria.

Harus Lewat Tur

Bagi Anda yang tertarik berwisata ke Hobbiton Movie Set, perlu diketahui bahwa seluruh pengunjung harus mengikuti tur. Anda bisa mengambil paket tur privat atau tur biasa, di mana Anda akan dibagi ke dalam kelompok berisi sekitar 20-an orang. Tenang saja, setiap kelompok akan ditemani dengan pemandu tur yang akan menjelaskan informasi-informasi menarik dan siap menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda, termasuk sigap saat Anda meminta tolong untuk memfoto.

Harga tiketnya dibanderol NZ$79 (Rp787 ribu) per orang untuk dewasa dan NZ$39.50 (Rp393 ribu) untuk remaja. Anak-anak usia 8 tahun ke bawah tidak dipungut biaya. Harga tersebut sudah termasuk satu gelas minuman yang bisa Anda pilih di The Green Dragon Inn dan makan siang dengan konsep prasmanan di tenda besar dengan menu-menu bervariasi khas kuliner Hobbit.

Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi situs resminya, yaitu hobbitontours.com.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *